Warga Minta Lampu Jalan, Reses Dapil II DPRD Sumsel di Kelurahan Pipa Reja

Advertorial

beritasebelas.net, Palembang – Warga Kelurahan Pipareja, Kecamatan Kemuning Kota Palembang meminta lampu jalan, karena sangat dibutuhkan untuk penerangan.

Hal ini disampaikan warga saat Anggota DPRD Sumatera Selatan dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kota Palembang menyerap aspirasi pada saat kegiatan reses masa sidang VI Tahun 2026 di Kelurahan Pipa Reja, di Palembang, Kamis (9/7).

Kegiatan reses Dapil II DPRD Sumsel  masa sidang  VI Tahun 2026 berlangsung dari 3 Juli sampai 10 Juli 2026. Rombongan anggota DPRD Sumsel Dapil II dipimpin Koordinator Dapil II, Hj. Zaitun, SH, MKn (Gerindra), bersama enam anggota lainnya, yakni H. Nopianto, S.Sos., MM (NasDem), M. Yansuri, S.IP (Golkar), Ir. H. Zulfikri Kadir (PDI Perjuangan), H.M. Anwar Al Syadat, S.Si., M.Si (PKS), Tamtama SH (Demokrat), dan Fajar Febriansyah, ST, M.I.Kom (PAN).

Menurut Yulia Astuti, lampu jalan di dekat lorong kehakiman ada menghadap angkatan 66. Kalau bisa minta lampu jalan dipasang tiang baru lagi di jalan lorong.

Menanggapi persoalan lampu jalan ini, Wakil Ketua DPRD Sumsel yang juga berasal dari dapil II DPRD Sumsel mengatakan, terkait dengan pelayanan publik lampu jalan kepada masyarakat pihaknya menyasankan boleh juga berkoordinasi dengan DPRD kota Palembang, karena akan jauh lebih mudah mendapatkan akses pelayanan.

Masalah lampu jalan ini kewenangannya ada di pemerintah kota Palembang, kalaupun mau disampaikan dengan kami pun pasti disampaikan dengan pemerintah kota, tuturnya .

Kemudian yang kedua terkait lampu jalan ini perlu dipahami bahwa kadang-kadang lampu yang sekarang banyak mati itu hanya sekedar perlu perawatan dan pemeliharaan saja karena kenapa lampu jalan itu posisinya di luar ruangan atau outdoor kemudian karena terkena hujan dan panas terkadang terjadi pergeseran lampu jalan itu bukannya mati karena putus tetapi kadang-kadang kendor.

Apalagi ini lampu jalannya di luar karena lampunya di luar perawatannya harus sering dilakukan, katanya pula. Ia mengatakan, untuk memperbaiki lampu jalan ini pakai alat bantu, alat bantu itu namanya mobil crane. pemerintah kota ini punya mobilnya cuman terbatas, mau melayani 18 kecamatan di kota Palembang, jadi perputaran pelayanannya tentunya agak lama, karena banyak kelurahan yang harus dilayani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *