Reses  Dapil II DPRD Sumsel, Warga Srijaya Minta Pembangunan Gorong-Gorong

Advertorial

beritasebelas.net, Palembang – Anggota DPRD Sumatera Selatan dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kota Palembang menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan Srijaya, Kota Palembang pada saat kegiatan masa sidang VI Tahun 2026.

Kegiatan reses Dapil II DPRD Sumsel  masa sidang  VI Tahun 2026 berlangsung dari 3 Juli sampai 10 Juli 2026 mengunjungi sejumlah RT, kelurahan dan kecamatan di Kota Palembang.

Rombongan anggota DPRD Sumsel Dapil II dipimpin Koordinator Dapil II, Hj. Zaitun, SH, MKn (Gerindra), bersama enam anggota lainnya, yakni H. Nopianto, S.Sos., MM (NasDem), M. Yansuri, S.IP (Golkar), Ir. H. Zulfikri Kadir (PDI Perjuangan), H.M. Anwar Al Syadat, S.Si., M.Si (PKS), Tamtama SH (Demokrat), dan Fajar Febriansyah, ST, M.I.Kom (PAN).

Pada saat dialog bersama masyarakat, sejumlah usulan disampaikan warga yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur maupun program sosial.

Ketua RT 17, Mulyono, mengusulkan perbaikan gorong-gorong di wilayahnya yang dinilai sudah membutuhkan penanganan agar tidak menimbulkan genangan saat hujan.

Sementara itu, Ketua RT 09 Kelurahan Sri Jaya, Achmad Yani, meminta pemerintah memperhatikan kebutuhan lampu penerangan jalan karena masih terdapat sejumlah titik yang minim penerangan.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Anggota DPRD Sumsel Dapil II, H. Nopianto, S.Sos., MM, mengatakan seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi perhatian dan ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.

“Untuk usulan perbaikan gorong-gorong akan kami tindak lanjuti. Sedangkan terkait lampu jalan, sebenarnya menjadi kewenangan Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perhubungan. Namun demikian, aspirasi ini tetap akan kami sampaikan agar segera mendapat perhatian,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu kendala dalam pemeliharaan lampu jalan adalah keterbatasan armada crane yang dimiliki Pemerintah Kota Palembang.

“Perawatan lampu jalan membutuhkan kendaraan crane. Saat ini jumlah crane yang dimiliki Pemkot masih sangat terbatas dan belum sebanding dengan banyaknya titik lampu jalan yang harus dipelihara. Karena itu, kami juga telah mengusulkan penambahan armada crane,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *