
Advertorial
beritasebelas.net, Palembang – Agenda Reses Masa Sidang VI Tahun 2026 Anggota DPRD Sumsel Dapil I Kota Palembang di Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) diwarnai hujan keluhan dari para mahasiswa. Isu keselamatan jalan raya di wilayah Palembang menjadi sorotan utama dalam dialog interaktif tersebut.

Kegiatan serap aspirasi ini dihadiri langsung oleh Tim Dapil I yang dikoordinatori H. Chairul S. Matdiah, SH, MH.Kes (Demokrat) beserta anggotanya: Aryuda Perdana Kusuma, SSos (Golkar), Firmansyah Hakim, SH (NasDem), Ir. Romiana Hidayati (PDIP), Muhammad Toha, SAg (PKS), dan Abdullah Taufik, SE, MM (Gerindra).
Dalam forum tersebut, perwakilan mahasiswa, Syfa, menyampaikan keluhan mendalam mengenai hancurnya jalan utama dari rute Soekarno-Hatta menuju Tanjung Lago. Menurutnya, jalan berlubang tersebut sangat berbahaya dan telah memakan korban jiwa mahasiswa.Bahkan dirinya juga pernah jadi korban sehinggga kakinya luka.
Ia juga mendesak dewan mencarikan solusi agar jalan-jalan yang rusak di Palembang, maupun di daerah lain di Sumsel, segera diperbaiki. Merespons jeritan konstituennya, Aryuda Perdana Kusuma langsung mengambil langkah taktis. Ia meminta civitas akademika untuk menyuplai data mendetail mengenai titik-titik kerusakan jalan dan wilayah yang menjadi langganan banjir tersebut.
“Berikan kami data lengkap titik lokasi jalan yang rusak dan kawasan banjir tersebut. Semua ini akan langsung kami sampaikan ke Gubernur Sumsel untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Aryuda.
Ia juga menambahkan bahwa keluhan mengenai kemacetan dan jalan rusak di rute Tanjung Lago akan dikoordinasikan secara lintas sektoral dengan instansi berwenang. Melalui reses ini, Dapil I DPRD Sumsel membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar mendengar, tetapi siap pasang badan mengawal setiap keluhan warga demi terwujudnya infrastruktur Palembang yang aman dan berkeadilan.
Sedangkan Angggota Dapil I lainnya, A Taufik mengatakan, semua aspirasi yang masuk telah dicatat, dan akan disampaikan kepada gubernur dan pihak terkait untuk ditindak lanjuti. Meskipun demikian, politisi Gerindra ini meminta masyarakat untuk bersabar, karena tidak semua aspirasi bisa langsungg ditiindaklanjuti, menggingat keterbatasan anggaran.
Terlebih saat ini, lanjut Taufuik, dimana dana bagi hasil dari pusat mengalami pemangkasan yang lumayan banyak yakni sekitar Rp 1,9T. Sehingga sedikit banyak akan berpengaruh terhadap angaran pembangunan di Sumsel
