Minta Perbaikan Jalan Hingga Angkutan Untuk Mahasiswa Prabumulih ke Indralaya

Advertorial

Reses Anggota DPRD Sumsel Dapil VI

beritasebelas.net,Prabumulih  – Pembangunan daerah yang tepat sasaran hanya dapat terwujud jika para pembuat kebijakan mau turun langsung mendengar suara dari akar rumput.  Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh jajaran Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan yang berasal dari daerah pemilihan Sumsel VI meliputi Kabupaten Muaraenim, Kota Prabumulih dan Kabupaten Pali melaksanakan reses masa sidang V tahun 2026 untuk menampung aspirasi masyarakat di sekolah, sejumlah desa dan kecamatan di daerah tersebut.

Sejak tanggal 10 hingga 17 Februari 2026, para wakil rakyat ini melakukan kunjungan maraton di wilayah Kota Prabumulih untuk menjaring aspirasi, mulai dari persoalan pendidikan, infrastruktur, hingga kesejahteraan sosial.

Kedatangan anggota DPRD Provinsi Sumsel Dapil VI meliputi Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Pali dan Kota Prabumulih dikoordinatori,  H Ahmad Palo SE bersama  anggota DPRD Sumsel, Muhamad Candra SH, Muhammad Muaz Ar Rifqy, Ismail Hairul Pala, SE, Ganjar Iman SH MH dan Hj Lury Elza Alex Noerdin disambut antusias para siswa, guru dan masyarakat.

Titik krusial dalam reses kali ini adalah dunia pendidikan. Saat mengunjungi SMA Negeri 3 Prabumulih, rombongan diterima dengan deretan aspirasi yang mendesak. Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Prabumulih,

Freni Listiyan, S.Pd., M.Si. mengusulkan penambahan empat ruang belajar (rumbel) baru serta pembangunan gedung serba guna. Fasilitas ini sangat dinanti untuk mengakomodasi jumlah siswa yang terus meningkat serta memberikan wadah bagi anak didik dalam mengembangkan bakat di bidang ekstrakurikuler.

Menanggapi hal tersebut, H. Ahmad Palo memberikan respons yang menggembirakan. Ia menegaskan bahwa penambahan ruang belajar di SMAN 3 akan menjadi prioritas yang diusulkan melalui dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dewan. Namun, Palo juga memberikan pemahaman transparan mengenai kondisi fiskal daerah yang sedang menantang.

“Jadi, perlu kami sampaikan bahwa APBD Sumsel kita mengalami pemangkasan yang cukup signifikan, mencapai hampir Rp2 triliun, ditambah defisit tahun lalu sebesar Rp800 miliar. Meski demikian, pendidikan adalah investasi masa depan. Kami akan tetap berjuang agar sektor ini mendapat porsi pembangunan utama, terutama untuk sekolah-sekolah yang memang sudah sangat mendesak seperti SMAN 3, SMAN 2, dan beberapa SMK di Prabumulih,” jelas Palo.

Persoalan lain muncul dari sisi kesejahteraan tenaga pendidik. Wakil Bidang Kesiswaan menyuarakan aspirasi agar para guru dikembalikan di bawah naungan kabupaten/kota. Hal ini didasari perbandingan tunjangan yang diterima; saat di kabupaten mereka menerima Rp900 ribu per bulan, sementara saat ditarik ke provinsi, kompensasi yang diterima berupa beras 10-20 kg per bulan. Menanggapi isu kebijakan nasional terkait Makan Bergizi Gratis (MBG) dan status kepegawaian, Muhamad Candra menegaskan bahwa aspirasi ini akan dicatat dan diusulkan ke pemerintah pusat.

Kejutan manis datang dari Hj. Lury Elza Alex Noerdin. Tergerak oleh kondisi di lapangan, ia secara pribadi menyatakan akan membantu pengadaan paket seragam kuning kaki bagi guru-guru di SMAN 3 Prabumulih sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka.

Lebih jauh, Lury juga merespons serius usulan Rahayu Winarni, seorang guru ekonomi yang mencemaskan masa depan anak didik mereka yang kuliah di Indralaya (Universitas Sriwijaya). Rahayu mengusulkan pengadaan bus mahasiswa rute Prabumulih-Indralaya atau pembangunan mess khusus mahasiswa di sana guna meringankan beban ekonomi orang tua.

“Biaya kos-kosan di Indralaya cukup mahal, sementara pendapatan warga kita terbatas. Tanpa bantuan transportasi atau hunian dari pemerintah, banyak anak-anak kita yang terancam tidak bisa melanjutkan kuliah,” ungkap Rahayu dengan penuh harap.

Lury pun berjanji akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Sumsel, Pemkot Prabumulih, dan pihak kampus untuk mewujudkan solusi moda transportasi bagi mahasiswa ini. Reses berlanjut ke Kantor Camat Prabumulih Timur dan Kantor Camat Cambai. Di sini, warga menuntut perbaikan infrastruktur jalan (pengecoran), pemasangan lampu jalan, hingga pembangunan drainase. Sektor pariwisata juga disentuh, di mana warga meminta perbaikan infrastruktur menuju wisata alam Danau Jodoh agar bisa menjadi penggerak ekonomi baru.

Salah satu isu sensitif yang diangkat adalah normalisasi Sungai Nibung, Sungai Kelekar, dan Sungai Jambat Akar guna mengatasi banjir tahunan. Muhamad Candra mengakui bahwa normalisasi sungai saat ini terbentur aturan ketat dari pemerintah pusat dan rawan menjadi temuan administratif. Namun, ia berkomitmen untuk mencari jalan keluar bersama Gubernur dan Walikota agar masalah banjir ini mendapatkan solusi teknis yang tepat.

Mengenai pelayanan publik, Ahmad Palo memberikan teguran keras kepada instansi terkait agar tidak mempersulit warga yang ingin membayar pajak. “Pajak adalah sumber utama pembangunan. Jangan sampai warga yang sudah sadar pajak justru dipersulit prosedurnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ismail Hairul Pala meminta warga segera menyerahkan proposal titik lokasi untuk lampu jalan dan pengecoran jalan agar dapat segera diperjuangkan dalam penganggaran.

Dapil VI juga menyerap aspirasi ekonomi kreatif, seperti usulan pembangunan lokasi kuliner khusus nanas sebagai ikon kota Prabumulih. Di sektor pertanian, warga Desa Karangan dan Tanjung Menang mengeluhkan ketersediaan pupuk untuk kebun karet serta perlunya bantuan permodalan bagi UMKM.

Menutup rangkaian reses, jajaran Dapil VI DPRD Sumsel memastikan bahwa setiap suara yang telah didengar di SMAN 2, Desa Sinar Rambang, hingga pelosok kecamatan lainnya, tidak akan hilang begitu saja. Seluruh aspirasi ini akan diformalitaskan dalam laporan hasil reses yang akan dibacakan di Sidang Paripurna DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Bagi Ahmad Palo dan rekan-rekan, reses ini adalah janji untuk terus mengawal setiap jengkal jalan yang butuh pengecoran dan setiap ruang kelas yang butuh perbaikan. Komitmen mereka jelas: memastikan APBD Sumatera Selatan benar-benar hadir untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat Prabumulih.

Para wakil rakyat itu selama reses mengunjungi sejumlah lembaga pendidikan yakni SMAN 2 Prabumulih, SMKN 2 Prabumulih Selatan dan SMAN 3 Kota Prabumulih. Selain itu ke sejumlah desa dan kecamatan yakni Kantor Camat Prabumulih Selatan, Desa Karangan, Desa Tanjung Menang, Desa Sinar Rambang,  Kantor Camat Prabumulih Timur dan Kantor Camat Cambai Prabumulih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *