Nilai Profetik Dalam Pembentukan Kepatuhan Etis Mahasiswa Kesehatan Terhadap Hukum Agama

Candy Aulia¹, Mitha Cahya Azzahra², Hasty Khairunnisa Fadhilah³, Dechi Khesya Aulia⁴, Annisa Miftahul Janna⁵.

¹ NIM PO7131126018 (Program Studi D3 Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang), Sekayu, Indonesia

² NIM PO7131126028 (Program Studi D3 Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang), Palembang, Indonesia

³NIM PO7131126042 (Program Studi D3 Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang), Palembang, Indonesia

⁴NIM PO7131126086 (Program Studi D3 Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang), Sekayu, Indonesia

⁵NIM PO7131126112 (Program studi D3 Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang), Sekayu, Indonesia

Corresponding Author: candyaulia90@gmail.com1*,  mithacahyaazzahra66@gmail.com2, hstykhairunnisa@gmail.com3 , dechikhesyaaulia@gmail.com4 , annisamiftahuljanna1@gmail.com5 .

Dosen Pengampu: Dr. Muhammad Zamzam.,M.Pd.I

Pendahuluan

Pendidikan agama memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa agar memiliki keimanan, akhlak mulia, dan tanggungjawab dalam kehidupan sehari-hari. Bagi mahasiswa kesehatan, nilai-nilai agama juga penting sebagai pedoman dalam bersikap, mengambil keputusan, dan mempersiapkan diri menjadi tenaga kesehatan yang profesional. Oleh karena itu, pemahaman agama perlu di sertai penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan akademik maupun dalam hubungan dengan masyarakat.

Salah satu konsep yang dapat digunakan dalam pembentukan karakter mahasiswa adalah nilai profetik. Menurut Kuntowijoyo (1998), ilmu sosial profetik mencakup tiga dimensi utama, yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi. Humanisasi berarti memanusi akan manusia dan menghargai sesama, liberasi berkaitan dengan upaya membebaskan manusia dari perilaku yang merugikan, sedangkan transendensi berarti menjadikan nilai ketuhanan sebagai landasan kehidupan. Ketiga dimensi tersebut dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa untuk membangun sikap jujur, disiplin, bertanggungjawab, dan taat terhadap ajaran agama.

Penerapan nilai Islam dalam bidang kesehatan juga berkaitan dengan pembentukan etika dan profesionalisme. Faisal et al. (2025) membahas nilai-nilai Islam dalam etika profesi kesehatan, sedangkan Khalid et al. (2025) mengkaji penerapan nilai Islam untuk memperkuat profesionalisme mahasiswa kedokteran. Selain itu, Sabila et al. (2024) membahas etika profesi kesehatan dalam perspektif hukum Islam. Kajian tersebut menjadi dasar untuk memahami pentingnya nilai agama dalam membentuk perilaku etis di bidang kesehatan.

Berdasarkan hal tersebut, pembahasan mengenai nilai profetik dalam pembentukan kepatuhan etis mahasiswa kesehatan terhadap hukum agama perlu dilakukan. Kajian ini berfokus pada peran humanisasi, liberasi, dan transendensi dalam mendukung perilaku mahasiswa yang sesuai dengan ajaran agama dan etika. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran nilai profetik dalam membentuk kepatuhan etis mahasiswa kesehatan melalui studi literatur. Hasil kajian diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya penerapan nilai-nilai profetik dalam kehidupan akademik dan persiapan mahasiswa menjadi tenaga kesehatan yang berintegritas.

 

MetodePenelitian

Penelitian ini menggunakan metode   studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2026 dengan lokasi pengerjaan di Program Studi D3 Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang. Sasaran penelitian ini adalah pembahasan mengenai nilai profetik dalam pembentukan kepatuhan etis mahasiswa kesehatan terhadap  hukum agama. Data yang digunakan berupa data sekunder dari arti kejurnal ilmiah dan sumber pustaka yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, pembacaan, dan pencatatan informasi dari sumber yang sesuai dengan topik penelitian. Instrumen penelitian berupa lembar pencatatan literatur untuk mengelompokkan informasi berdasarkan tema. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengidentifikasi dan menghubungkan tiga dimensi nilai profetik, yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi, dengan kepatuhan etis mahasiswa kesehatan terhadap hukum agama. Hasil analisis kemudian disajikan secara naratif sesuai tujuan penelitian.

Hasil dan Pembahasan

Hasil

Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2026 dengan lokasi pengerjaan di Program Studi D3 Gizi, Poltekkes Kemenkes Palembang. Sasaran penelitian ini adalah pembahasan mengenai nilai profetik dalam pembentukan kepatuhan etis mahasiswa kesehatan terhadap hukum agama. Data yang digunakan berupa data sekunder dari artikel jurnal ilmiah dan sumber pustaka yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, pembacaan, dan pencatatan informasi dari sumber yang sesuai dengan topik penelitian. Instrumen penelitian berupa lembar pencatatan literatur untuk mengelompokkan informasi berdasarkan tema. Data dianalisis secara deskriptif dengan mengidentifikasi dan menghubungkan tiga dimensi nilaip rofetik, yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi, dengan kepatuhan etis mahasiswa kesehatan terhadap hukum agama. Hasil analisis kemudian disajikan secara naratif sesuai tujuan penelitian.

Tabel 1. IndikatorImplementasi Nilai-Nilai Profetik pada MahasiswaKesehatan

NoNilai ProfetikIndikator Penerapan
1HumanisasiMenghormati orang lain, bersikap empati, dan peduli terhadap sesama.
2LiberasiMenghindari kecurangan akademik, menolak ketidak adilan, dan bertanggungjawab atas tindakan.
3TransendensiMenjalankan kewajiban agama, menjaga kejujuran, dan menjadikan ajaran agama sebagai pedoman perilaku.

Sumber: Diolah berdasarkan konsep ilmu sosial profetik Kuntowijoyo (1998).

Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga dimensi tersebut saling melengkapi dalam mendukung pembentukan karakter mahasiswa kesehatan. Humanisasi menekankan hubungan baik antar manusia, liberasi mendorong mahasiswa menghindari perilaku yang bertentangan dengan nilai kebaikan, sedangkan transendensi memperkuat kesadaran beragama. Ketiganya dapat menjadi landasan untuk memahami kepatuhan etis mahasiswa terhadap hukum agama dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan

Nilai profetik dapat digunakan sebagai landasan untuk membentuk karakter mahasiswa kesehatan yang berintegritas dan berpedoman pada ajaran agama. Kuntowijoyo (1998) menjelaskan bahwa humanisasi, liberasi, dan transendensi merupakan dimensi penting dalam ilmu sosial profetik. Dalam konteks pendidikan kesehatan, ketiga dimensi tersebut dapat dikaitkan dengan sikap menghargai sesama, menghindari perilaku tidak etis, dan menjalankan tanggungjawab berdasarkan nilai keagamaan.

Nilai humanisasi dapat diterapkan melalui sikap saling menghormati, kepedulian, dan empati terhadap orang lain. Mahasiswa kesehatan perlu membiasakan perilaku tersebut selama mengikuti pembelajaran, bekerja dalam kelompok, dan berinteraksi dengan masyarakat. Sikap ini juga menjadi bekal dalam mempersiapkan diri memberikan pelayanan kesehatan yang menghargai martabat manusia.

Nilai liberasi berkaitan dengan upaya menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Dalam lingkungan akademik, penerapannya dapat berupa menghindari plagiarisme, tidak menyontek, bersikapa didalam kerja kelompok, serta berani menolak tindakan yang bertentangan dengan etika. Perilaku tersebut menunjukkan bahwa kepatuhan etis tidak hanya berkaitan dengan pemahaman aturan, tetapi juga dengan kesediaan menerapkannya secara konsisten.

Sementara itu, nilai transendensi menempatkan keimanan dan ajaran agama sebagai pedoman dalam bertindak. Bagi mahasiswa Muslim, penerapannya dapat diwujudkan melalui pelaksanaan kewajiban agama, menjaga amanah, berkata jujur, dan mempertimbangkan nilai agama ketikam engambil keputusan. Nilai ini dapat mendukung pembentukan kesadaran bahwa perilaku etis merupakan bagiandari tanggungjawab kepada Allah SWT dan sesama manusia.

Pembahasan mengenai nilai Islam dalam etika profesi kesehatan oleh Faisal et al. (2025) relevan dengan pentingnya nilai keagamaan dalam membentuk perilaku profesional. Sementara itu, Khalid et al. (2025) mengkaji penerapan nilai Islam dalam penguatan profesionalisme mahasiswa kedokteran. Sabila et al. (2024) juga membahas etika profesi kesehatan dari perspektif hukum Islam. Ketiga kajian tersebut dapat menjadi rujukan untuk memahami hubungan antara nilai agama, etika, dan pembentukan profesionalisme di bidang kesehatan. Namun, kesesuaian setiap temuan dengan pembahasan ini perlu dipastikan melalui pembacaan artikel aslinya.

Secara keseluruhan, hasil kajian menunjukkan bahwa nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi dapat menjadi landasan konseptual untuk memahami pembentukan kepatuhan etis mahasiswa kesehatan terhadap hukum agama. Penerapan nilai tersebut memerlukan pembiasaan dalam kehidupan akademik serta dukungan lingkungan pendidikan. Meskipun demikian, karena penelitian ini menggunakan studi literatur, hasilnya belum membuktikan secara langsung bahwa nilai profetik meningkatkan kepatuhan mahasiswa. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metode wawancara atau kuesioner untuk mengetahui pemahaman dan penerapan nilai-nilai profetik oleh mahasiswa kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penelitian berikutnya dapat memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai hubungan nilai profetik dengan kepatuhan etis mahasiswa terhadap hukum agama.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil studi literatur, nilai profetik yang meliputi humanisasi, liberasi, dan transendensi memiliki peran penting sebagai landasan dalam membentuk kepatuhan etis mahasiswa kesehatan terhadap hukum agama. Humanisasi mendorong mahasiswa untuk menghargai dan peduli terhadap sesama, liberasi mengajarkan mahasiswa untuk menghindari perilaku yang bertentangan dengan nilai kebaikan, sedangkan transendensi memperkuat keimanan dan ketaatan terhadap ajaran agama. Penerapan ketiga nilai tersebut dapat mendukung pembentukan karakter mahasiswa yang jujur, disiplin, bertanggungjawab, dan berintegritas dalam kehidupan akademik maupun persiapan profesi kesehatan. Oleh karena itu, penerapan nilai profetik perlu diperkuat dalam pendidikan agar mahasiswa mampu menjadikan ajaran agama sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.

DAFTAR PUSTAKA

   Faisal, A., Jannah, R., Nurfah, Kuraedah, S., Gazali, M., & Mar, N. A. (2025). Nilai-nilai Islam dalam etika profesi kesehatan. JurnalKesehatan Islam: Islamic Health Journal, 14(2).

Khalid, N. F., Kamaluddin, I. D. K., Royani, I., &Irwan, A. A. (2025). Implementation of Islamic values to strengthen medical student’s professionalism at Universitas Muslim Indonesia. JurnalKeilmuan dan Keislaman, 4(3), 396–408. https://doi.org/10.23917/jkk.v4i3.719

Kuntowijoyo. (1998). Ilmusosialprofetik: Etikapengembanganilmu-ilmusosial. Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies, (61), 63–77. https://doi.org/10.14421/ajis.1998.3661.63-77

Sabila, W., Irwansyah, I., Ningtias, A., &Zaki, A. (2024). Legal analysis of health professional ethics in improving health services in the perspective of Islamic law. PROMOTOR, 7(2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *