Advertorial
Reses Anggota DPRD Sumsel Dapil II Kota Palembang
beritasebelas.net, Palembang – Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan daerah pemilihan II Kota Palembang melaksanakan reses masa sidang V tahun 2026 dengan mengunjungi lembaga pendidikan dan melakukan dialog dan silaturahmi dengan masyarakat di kota tersebut.

Para wakil rakyat itu melaksanakan reses masa sidang V tahun 2026 yang berlangsung dari tanggal 10-17 Februari 2026. Pada pertemuan di Sekolah SMAN 17 Palembang para wakil rakyat diterima oleh kepala sekolah, guru-guru, staf dan siswa-siswi di SMAN 17 Palembang.
Kunjungan diikuti Wakil Ketua DPRD Sumsel yang juga anggota DPRD Sumsel Dapil II H. Nopianto, S.Sos., MM (Partai Nasdem) dan anggota Dapil II yaitu Muhammad Yansuri, S.IP (Partai Golkar); Ir. H. Zulfikri Kadir (PDI Perjuangan); H.M Anwar Al Syadat, S.Si, M.Si (PKS).

Kemudian, Tamtama Tanjung, SH (Partai Demokrat); Fajar Febriansyah, ST, M.I.Kom (PAN), dan bertindak sebagai Koordinator Dapil II Hj Zaitun, SH, MKn (Partai Gerindra).
Pada reses masa sidang V tahun 2026 ini para wakil rakyat itu selain SMAN 17 Palembang juga mengunjungi sejumlah lembaga pendidikan dan kelurahan antara lain STIKES Budi Mulia Palembang, Bakti Pertiwi Palembang, Kelurahan D.IV 20 Ilir, SMKN 2 Palembang, SMA Negeri 15 Palembang dan SMA Nurul Iman Palembang.
Selain itu juga melakukan pertemuan di SMA Adabiyah Palembang, SMA IBA Palembang, selanjutnya pertemuan di Kelurahan Sukamaju Palembang, Kelurahan 3 Ilir Palembang, SMA Pembina Palembang dan Kelurahan Sako Baru.

Pada pertemuan di SMAN 17 Palembang pihak sekolah menyampaikan berbagai aspirasi mendesak terkait kondisi sarana dan prasarana pendidikan yang mulai memprihatinkan.
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 17 Palembang, Dra. Hj. Purwiastuti Kusumastiwi, M.M menekankan pentingnya peremajaan sarana sekolah guna menunjang kegiatan belajar mengajar. Salah satu poin utama yang diusulkan adalah perbaikan kubah masjid sekolah yang sudah memerlukan penanganan serius.
Senada dengan Kepala Sekolah, para tenaga pengajar juga mempertanyakan kelanjutan sejumlah proposal yang telah diajukan sebelumnya. Guru-guru menyoroti beberapa masalah infrastruktur, antara lain perbaikan jalan menuju lingkungan sekolah, ruang belajar yang mengalami kerusakan, kondisi gedung C yang perlu perbaikan, karena kalau hujan air masuk ke ruangan kelas.
Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua DPRD Sumsel, H.Nopianto, menyatakan bahwa pihaknya memiliki keinginan yang sama dengan warga sekolah untuk melihat fasilitas SMAN 17 Palembang kembali prima. Ia menegaskan bahwa seluruh usulan tersebut sebenarnya telah diteruskan ke Pemerintah Provinsi (Gubernur) dan instansi terkait.

“Apa yang disampaikan tentunya kami ingin membantu merealisasikan apa yang menjadi harapan, sarana dan prasarana baik jalan, mushola dan gedung kami sudah berusaha memperjuangkan keinginan itu,” ujarnya.
Akan tetapi, lanjutnya, pada tahun anggaran 2026 ini ada kebijakan secara nasional pengurangan dana transfer daerah ke provinsi termasuk Sumatera Selatan sehingga program tidak maksimal, APBD Sumsel hampir Rp2 triliun berkurang akibat kurang dana transfer daerah. Ia mengatakan, dengan adanya pengurangan dana tersebut tentunya mempengaruhi dukungan dana untuk perbaikan sekolah, sehingga Pemprov dan DPRD merevisi ulang mana yang menjadi skala prioritas yang didahulukan.
Sementara itu ketika pertemuan di Kelurahan D.IV 20 Ilir Palembang masyarakat mengeluhkan masalah banjir, posyandu yang tidak memiliki alat tensi darah dan alat kesehatan seperti untuk mengecek gula darah kemudian masalah tidak ada tempat parkir kendaraan di puskesmas sehingga memakai bahu jalan, selanjutnya masalah saluran air, lampu jalan dan lainnya.
Seorang warga Rt 17, Zubaidah menuturkan, kalau mereka sudah tinggal selama 50 tahun belum pernah airnya masuk ke rumah, tetapi sekarang airnya masuk ke rumah, karena itu mohon bantuannya.

“Di tempat kami mempunyai posyandu tetapi , tidak ada alat tensi dan alat kesehatan seperti untuk mengecek gula darah, karena itu mohon bantuannya,” ujarnya.
Sementara warga lainnya Iwan Hasbullah mengeluhkan masalah lahan parkir kendaraan di puskesmas yang memakai bahu jalan, sedangkan warga lainnya Ujang Hermanto mengeluhkan tidak adanya mobil jenazah.
Menanggapi hal ini, anggota DPRD Sumsel Dapil II, H.M Anwar Al Syadat mengatakan, mobil jenazah di kantor camat masih ada dan masih bisa digunakan jadi mohon bapak Ibu menyimpan nomor HP sopir sehingga bisa menghubungi untuk mobil jenazah apabila ada warga yang membutuhkan. Selain itu di kantor PKS juga ada mobil jenazah yang juga bisa digunakan bila dibutuhkan, ujarnya.
Untuk aspirasi yang menjadi wewenang kota, akan kami sampaikan ke walikota Palembang, ujarnya.
