
Advertorial
beritasebelas.net, OKU TIMUR – Komitmen untuk mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pemekaran dibuktikan nyata oleh jajaran Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV OKU Timur. Pada Senin (6/7/2026), empat legislator lintas fraksi menggelar agenda Reses Masa Sidang VI Tahun 2026 di Desa Sumber Tani, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur.

Hadir langsung dalam safari politik ini: Angga Saputra, SH, MM (Gerindra), Lindawati Syarofi, SH, MM (Golkar), Dra. Hj. Nilawati (PKB), dan Ir. H. Syahruddin, ST, MM (Perindo). Pertemuan dialogis yang berlangsung khidmat ini menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi demi kemajuan desa mereka.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Sumber Tani, Suwarno, menjelaskan sejarah singkat desanya yang merupakan pemekaran dari Desa Sumber Harjo dan resmi didefinitifkan pada tahun 2014. Dengan total 1.223 jiwa penduduk, pembangunan desa selama ini banyak berawal dari inisiatif swadaya masyarakat.
Kehadiran para wakil rakyat tingkat provinsi ini dinilai menjadi momentum emas bagi perangkat desa untuk menitipkan proposal usulan infrastruktur yang selama ini mandek Diantaranya usulan pengerasan serta pelebaran jalan poros desa guna kelancaran mobilitas harian dan ekonomi.
Kades setempat juga mengeluhkan kondisi jembatan di jalan poros desa yang terlalu sempit dan kecil. Usulan perbaikan ini dikabarkan sudah beberapa kali diajukan ke dinas PU TR Kabupaten, namun hingga saat ini belum mendapatkan respons dan realisasi fisik.
Mendengar keluhan tersebut, Anggota DPRD Sumsel dari Partai Gerindra, Angga Saputra, SH, MM, yang tampil sebagai juru bicara rombongan, mengapresiasi kehangatan sambutan warga. Ia mengakui rombongan dewan pun sempat merasakan langsung sulitnya akses akibat jembatan desa yang terlalu kecil saat menuju lokasi acara.
“Kami berterima kasih atas sambutan yang luar biasa ini. Kehadiran kami berempat di sini adalah untuk memberikan dukungan penuh kepada kemajuan Desa Sumber Tani. Kami melihat dan merasakan sendiri, jembatan masuk di jalan poros desa ini memang sempit dan menyulitkan akses kendaraan,” ujar Angga.
Demi memberikan kepastian langkah birokrasi, Angga menegaskan usulan dari Desa Sumber Tani tidak akan sekadar menjadi catatan di atas kertas. “Seluruh berkas usulan ini, terutama rehab jembatan dan jalan poros, akan segera kami masukkan ke dalam sistem SIPD (Sistem Informasi Pemerintahan Daerah) agar didengar oleh pemerintah provinsi dan dianggarkan pada tahun depan. Kami pastikan aspirasi ini dibawa dan diperjuangkan sekuat tenaga,” pungkasnya optimis.
Pertemuan reses tersebut diakhiri dengan prosesi penyerahan berkas proposal aspirasi secara resmi oleh Kades Suwarno kepada jajaran anggota DPRD Sumsel, dilanjutkan dengan sesi foto bersama masyarakat.
