<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Islam Archives - Berita Sebelas</title>
	<atom:link href="https://beritasebelas.net/category/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://beritasebelas.net/category/islam/</link>
	<description>Jerambah Informasi Sumatera Selatan</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 May 2026 14:11:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://beritasebelas.net/wp-content/uploads/2026/02/cropped-cropped-Logo-Berita-Sebelas-BS-32x32.png</url>
	<title>Islam Archives - Berita Sebelas</title>
	<link>https://beritasebelas.net/category/islam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Satu Dekade Vis Travel Layani Jamaah</title>
		<link>https://beritasebelas.net/satu-dekade-vis-travel-layani-jamaah/</link>
					<comments>https://beritasebelas.net/satu-dekade-vis-travel-layani-jamaah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Balqis Ivova]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 May 2026 14:11:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritasebelas.net/?p=904</guid>

					<description><![CDATA[<p>Fany beritasebelas.net,Palembang&#8211; Sebagai biro perjalanan umrah dan haji, Vis Travel yang bernaung di bawah PT Vista Indo Sky, memasuki usia ke 10 tahun pada tahun 2026. Dalam satu dekade melayani jamaah umrah dan haji, Vis travel banyak melakukan pembenahan baik sistem dan sumber daya manusia untuk meningkatkan pelayanan purnajual yang lebih profesional dalam melayani tamu...</p>
<p>The post <a href="https://beritasebelas.net/satu-dekade-vis-travel-layani-jamaah/">Satu Dekade Vis Travel Layani Jamaah</a> appeared first on <a href="https://beritasebelas.net">Berita Sebelas</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img decoding="async" width="95" height="26" src="https://beritasebelas.net/wp-content/uploads/2026/02/Logo-Beritasebelas-Original1-2.jpg" alt="" class="wp-image-750"/></figure>
</div>


<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">Fany</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><em>beritasebelas.net,Palembang</em></strong><em>&#8211; Sebagai biro perjalanan umrah dan haji, Vis Travel yang bernaung di bawah PT Vista Indo Sky, memasuki usia ke 10 tahun pada tahun 2026. Dalam satu dekade melayani jamaah umrah dan haji, Vis travel banyak melakukan pembenahan baik sistem dan sumber daya manusia untuk meningkatkan pelayanan purnajual yang lebih profesional dalam melayani tamu Allah menuju tanah suci.</em></p>


<div class="wp-block-image">
<figure class="aligncenter size-full"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="811" height="461" src="https://beritasebelas.net/wp-content/uploads/2026/05/VIS.jpg" alt="" class="wp-image-905" srcset="https://beritasebelas.net/wp-content/uploads/2026/05/VIS.jpg 811w, https://beritasebelas.net/wp-content/uploads/2026/05/VIS-300x171.jpg 300w, https://beritasebelas.net/wp-content/uploads/2026/05/VIS-768x437.jpg 768w" sizes="(max-width: 811px) 100vw, 811px" /><figcaption class="wp-element-caption">Direktur Vis travel Novi Finalty (dua dari kiri) memberikan tumpeng milad ke 10 tahun Vis travel</figcaption></figure>
</div>


<p class="wp-block-paragraph">Berdiri sejak tanggal 29 April 2016, sebelum melakukan kegiatan umrah dan haji, Vis travel melayani perjalanan wisata umum baik di dalam maupun luar negeri. Seiring dengan tingginya permintaan jamaah untuk menunaikan ibadah umrah, dikarenakan lamanya masa tunggu ibadah haji usaha perjalanan Vis travel memberanikan untuk ikut bersaing dengan biro perjalanan umrah dan haji yang sudah ada di Kota Palembang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki usia satu dekade atau usia ke 10 tahun, Vis travel melakukan kegiatan reuni dengan jamaah yang pernah menggunakan layanan untuk melaksanakan ibadah umrah sejak dari tahun 2016 hingga tahun 2025, yang di hadiri lebih kurang seribu mantan jamaah Vis travel, di ballroom Atyasa Palembang, Minggu 17 Mei 2026.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komisaris Utama PT Vista Indo Sky H Ismed Idrus mengatakan saat berdiri 10 tahun yang lalu, kita dengan niat ikhlas untuk melayani tamu-tamu Allah tidak ada niat yang lain, sehingga inilah mungkin yang direstui dan di ridhoi oleh Allah hingga berjalan sampai saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Sejak berdiri sepuluh tahun yang lalu hingga saat ini, tidak ada hal-hal yang merugikan atau pun menyusahkan dari tamu-tamu Allah untuk berangkat ke tanah suci,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu untuk mensiasati dengan semakin banyaknya biro-biro perjalanan umrah dan haji dan semakin ketatnya aturan yang di buat oleh pemerintah, Ismed mengatakan dengan adanya aturan baru yang di keluarkan oleh Kementerian Haji dan Umrah, tidak menghalangi karena Vis travel dari awal sejak berdirinya, tidak pernah melakukan hal-hal yang melanggar aturan, yang dijunjung oleh Vis travel adalah memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikatakan oleh Ismed dengan semakin baiknya pelayanan Vis travel kepada tamu-tamu Allah dalam melakukan ibadah umrah, sejak tahun 2025, Vis travel kembali mendapatkan izin untuk melakukan pelaksanaan ibadah haji khusus dengan masa tunggu sesuai aturan yang di keluarkan oleh Kementerian Agama dan sekarang Kementerian Haji dan Umrah antara 8 hingga 10 tahun, ini sedang kami lakukan sosialisasi kepada para jamaah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dilanjutkan oleh Ismed kegiatan hari ini dengan mengundang para mantan-mantan jamaah umrah yang pernah menikmati pelayanan Vis Travel lebih kurang hampir seribu jamaah merupakan tolak ukur dan evaluasi bagi Vis travel, agar kedepannya pelayanan yang diberikan lebih baik dan lebih profesional &nbsp;dengan dukungan sistem dan SDM yang ada di Vis travel, sehingga para jamaah tamu-tamu Allah akan lebih nyaman bersama Vis travel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami tetap menerapkan pelayanan sebaik-baiknya kepada jamaah dan jamaah tidak merasa terbebani di tanah suci,”ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu salah satu jamaah AKBP M Adil, SH, MHum yang pernah menggunakan jasa Vis travel mengatakan awal menggunakan layanan Vis Travel saat melakukan ibadah umrah ke tanah suci, karena pemilik dan kantor Vis travel jelas keberadaanya, karena modal awal menggunakan jasa perjalanan umrah itu adalah kepercayaan dulu, karena banyak sekarang biro-biro perjalanan umrah yang asal-asalan, sehingga merugikan jamaah, sedangkan Vis travel ini keberadaannya jelas, pemilik jelas dan kantornya juga jelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Kami dalam menggunakan jasa biro perjalanan umrah hal utama adalah kepercayaan dulu, karena ini bisnis jasa dan pelayanan. Vis travel dalam memberikan pelayanan kepada kami sebagai tamu-tamu Allah sangat profesional dalam mengurus kami sejak dari pemberangkatan hingga pulang,” ujarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dikatakan M Adil saat mereka berangkat menunaikan ibadah umrah pada saat itu ada kejadian &nbsp;kenaikan biaya hotel, tapi Vis travel tidak mengambil lagi biaya tambahan mereka bertanggungjawab atas biaya kenaikan itu, ini bukti pelayanan yang profesional yang diberikan Vis travel kepada jamaah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sedangkan sebagai bentuk apresiasi Vis travel tidak hanya memberikan pelayanan terbaik kepada tamu-tamu Allah saja, tapi juga memberikan penghargaan kepada agen dan kantor-kantor cabang di daerah, seperti saat silatuhrami dan reuni milad ke 10 tahun, &nbsp;agen terbaik H Tumiso dari Ponpes Diaul Salaf dan Dedi Aspani &nbsp;Cabang terbaik di Banyuasin diberikan penghargaan berupa satu buah televisi dan satu unit sepeda motor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu sebagai tanda kasih kepada seluruh mantan jamaah dari tahun 2016 hingga tahun 2025, Vis travel memberikan doorprize mulai dari setrika hingga mesin cuci dan umrah gratis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Ini sebagai tanda kasih dan silatuhturami Vis travel kepada para jamaah yang pernah kami layani sejak dari tahun 2016 hingga 2025,”pungkas Novi Finalti Direktur Vis travel.</p>
<p>The post <a href="https://beritasebelas.net/satu-dekade-vis-travel-layani-jamaah/">Satu Dekade Vis Travel Layani Jamaah</a> appeared first on <a href="https://beritasebelas.net">Berita Sebelas</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritasebelas.net/satu-dekade-vis-travel-layani-jamaah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Budgeting Ramadhan 2026: Anti Boncos Meski Harga Naik</title>
		<link>https://beritasebelas.net/budgeting-ramadhan-2026-anti-boncos-meski-harga-naik/</link>
					<comments>https://beritasebelas.net/budgeting-ramadhan-2026-anti-boncos-meski-harga-naik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurelia Titania]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 14:43:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[#Budgeting]]></category>
		<category><![CDATA[#Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritasebelas.net/?p=691</guid>

					<description><![CDATA[<p>MENJELANG Ramadhan 2026, pola harga pangan sudah mulai bergerak naik—seperti biasa. Bawang merah, cabai, daging, dan minyak goreng sering jadi penutup daftar belanja yang bikin dompet bergetar. Data historis menunjukkan lonjakan harga bahan pokok bisa mencapai 15–30% di minggu-minggu pertama puasa. Ironisnya, justru di bulan yang seharusnya mengajarkan pengendalian diri, pengeluaran rumah tangga banyak yang...</p>
<p>The post <a href="https://beritasebelas.net/budgeting-ramadhan-2026-anti-boncos-meski-harga-naik/">Budgeting Ramadhan 2026: Anti Boncos Meski Harga Naik</a> appeared first on <a href="https://beritasebelas.net">Berita Sebelas</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>MENJELANG </strong>Ramadhan 2026, pola harga pangan sudah mulai bergerak naik—seperti biasa. Bawang merah, cabai, daging, dan minyak goreng sering jadi penutup daftar belanja yang bikin dompet bergetar. Data historis menunjukkan lonjakan harga bahan pokok bisa mencapai 15–30% di minggu-minggu pertama puasa. Ironisnya, justru di bulan yang seharusnya mengajarkan pengendalian diri, pengeluaran rumah tangga banyak yang malah membengkak. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bukan hanya karena kebutuhan makan meningkat, tapi juga karena euforia buka bersama, belanja takjil berlebihan, dan hadiah-hadiah Lebaran yang kadang dibeli terlalu dini. Akibatnya, banyak yang tiba di akhir Ramadhan dengan tabungan menipis dan rasa bersalah karena “puasa tapi boncos”.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kunci utama agar Ramadhan tidak jadi musim boncos adalah <strong>skala prioritas</strong> yang jelas. Tulis tiga kategori besar:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Kebutuhan pokok (makanan sehari-hari, gas, listrik, transportasi),</li>



<li>Sedekah &amp; zakat (wajib dan sunnah),</li>



<li>Keinginan konsumtif (takjil fancy, baju baru berlebihan, bukber di resto mahal). Alokasi ideal yang realistis: 60–65% untuk kebutuhan pokok, minimal 10–15% untuk zakat, infak, dan sedekah (karena pahalanya berlipat), sisanya baru untuk “menyenangkan hati” selama bulan suci. Ketika prioritas sudah jelas, keputusan belanja jadi lebih mudah—tidak lagi tergoda membeli sesuatu hanya karena “lagi Ramadhan”.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu lubang keuangan terbesar di bulan puasa adalah <strong>bukber</strong>. Meski bersosialisasi itu sunnah dan mempererat silaturahmi, bukan berarti harus selalu di kafe mahal atau resto buffet. Tips praktis: batasi frekuensi bukber di luar rumah maksimal 2–3 kali seminggu, sisanya ajak keluarga atau tetangga buka di rumah dengan menu sederhana tapi enak. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Buat “budget bukber” khusus, misalnya Rp 150.000–250.000 per sesi (tergantung jumlah orang), dan patuhi batas itu. Alternatif lain: bergiliran dengan teman atau kelompok—satu minggu kamu yang traktir sederhana, minggu depan giliran mereka. Hemat, tapi silaturahmi tetap terjaga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Strategi belanja pintar bisa menghemat hingga puluhan persen. Mulai sekarang (jauh sebelum Ramadhan tiba), beli stok kebutuhan tahan lama secara grosir: beras, minyak, gula, tepung, kecap, bumbu kemasan, kurma, dan <em>frozen food</em>. Manfaatkan promo Ramadan sale di e-commerce atau supermarket yang biasanya sudah muncul sejak Februari–Maret. Catat harga sekarang sebagai patokan, sehingga saat harga naik drastis nanti, kamu tidak terkejut dan tetap bisa belanja sesuai rencana. Hindari belanja impulsif di pasar malam atau saat lapar mata melihat takjil—bawa uang tunai secukupnya, bukan kartu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan lupa alokasikan dana zakat dan infak <strong>sejak awal Ramadhan</strong>—idealnya langsung setelah gajian pertama di bulan suci. Hitung zakat mal (jika wajib), sisihkan infak harian, dan masukkan ke amplop atau rekening khusus. Ketika dana itu sudah “dipisahkan” sejak hari pertama, godaan untuk memakainya buat keperluan lain akan jauh berkurang. Banyak orang yang akhirnya menyesal karena “lupa” menyalurkan sedekah karena uang habis duluan untuk belanja tak terduga.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ramadhan yang hemat bukan berarti miskin makna. Justru ketika kita berhasil menjalani bulan suci dengan pengelolaan keuangan yang bijak, kepuasan batinnya jauh lebih besar. Hati tenang karena tidak ada utang menumpuk, sedekah tetap mengalir, silaturahmi terjaga, dan ibadah terasa lebih ringan tanpa beban pikiran “habis duit”. Ramadhan 2026 bisa menjadi momentum untuk membuktikan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tapi juga melatih kita menahan nafsu belanja dan mengutamakan yang paling berharga: kedekatan dengan Allah dan keberkahan di hati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulai catat anggaranmu dari sekarang, bro. Ramadhan yang berkah bukan cuma soal ibadah, tapi juga soal bagaimana kita mengelola rezeki yang Allah titipkan. Anti boncos, penuh berkah—bisa kok! <strong>(aurel)</strong></p>
<p>The post <a href="https://beritasebelas.net/budgeting-ramadhan-2026-anti-boncos-meski-harga-naik/">Budgeting Ramadhan 2026: Anti Boncos Meski Harga Naik</a> appeared first on <a href="https://beritasebelas.net">Berita Sebelas</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritasebelas.net/budgeting-ramadhan-2026-anti-boncos-meski-harga-naik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sambut Ramadhan 1447, Saatnya &#8216;Digital Detox&#8217;  di Tengah Gempuran Notifikasi</title>
		<link>https://beritasebelas.net/sambut-ramadhan-1447-saatnya-digital-detox-di-tengah-gempuran-notifikasi/</link>
					<comments>https://beritasebelas.net/sambut-ramadhan-1447-saatnya-digital-detox-di-tengah-gempuran-notifikasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurelia Titania]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 14:31:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[#Detox Digital]]></category>
		<category><![CDATA[#Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritasebelas.net/?p=686</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bayangkan ini: azan maghrib berkumandang, mulut sudah haus seharian, tapi tangan justru refleks meraih ponsel. Bukan untuk mengucap doa berbuka, melainkan membuka Instagram, mengecek like terbaru, atau sekadar scroll feed yang tak ada habisnya. Ramadhan seharusnya menjadi bulan penuh ketenangan, tadarus yang khusyuk, dan zikir yang mendalam. Namun, realitas kita sering kali berbeda—distraksi digital membuat...</p>
<p>The post <a href="https://beritasebelas.net/sambut-ramadhan-1447-saatnya-digital-detox-di-tengah-gempuran-notifikasi/">Sambut Ramadhan 1447, Saatnya &#8216;Digital Detox&#8217;  di Tengah Gempuran Notifikasi</a> appeared first on <a href="https://beritasebelas.net">Berita Sebelas</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan ini: azan maghrib berkumandang, mulut sudah haus seharian, tapi tangan justru refleks meraih ponsel. Bukan untuk mengucap doa berbuka, melainkan membuka Instagram, mengecek like terbaru, atau sekadar scroll feed yang tak ada habisnya. Ramadhan seharusnya menjadi bulan penuh ketenangan, tadarus yang khusyuk, dan zikir yang mendalam. Namun, realitas kita sering kali berbeda—distraksi digital membuat hati justru gelisah, pikiran terpecah, dan ibadah terasa setengah hati. Notifikasi demi notifikasi mencuri waktu yang seharusnya kita berikan sepenuhnya kepada Allah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Digital detox dalam konteks Ramadhan bukanlah sekadar tren kekinian, melainkan upaya sadar untuk “puasa gadget” sebagaimana kita puasa makan dan minum. Puasa fisik membersihkan tubuh dari racun makanan; puasa digital membersihkan pikiran dari racun informasi berlebih. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tujuannya sederhana: menjernihkan hati agar lebih mudah terhubung dengan Sang Pencipta. Di bulan yang pahalanya dilipatgandakan, mengurangi gangguan digital berarti memberi ruang lebih besar bagi ibadah, refleksi, dan ketenangan batin—sesuatu yang sangat kita butuhkan di era di mana rata-rata orang memeriksa ponsel ratusan kali sehari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu musuh terbesar kekhusukan puasa saat ini adalah <em>doomscrolling</em>—kebiasaan tak terkendali menelusuri konten negatif atau memicu emosi di media sosial. Bayangkan Anda sedang menahan lapar, lalu tiba-tiba melihat story teman pamer hidangan berbuka mewah, atau terjebak dalam debat politik yang panas dan penuh fitnah. Rasa iri, kesal, atau haus yang tak seharusnya muncul justru datang lebih cepat karena konten tersebut. <br></p>



<p class="wp-block-paragraph">Emosi negatif ini tidak hanya mengganggu ketenangan fisik, tapi juga bisa mengurangi kualitas ibadah. Bahkan, para ulama mengingatkan bahwa menjaga lisan dan hati dari hal-hal yang merusak adalah bagian dari puasa yang sempurna. Doomscrolling secara tidak langsung “membocorkan” pahala yang sedang kita kumpulkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, bagaimana menerapkannya secara praktis? Mulailah dengan <strong>manajemen waktu</strong> yang ketat. Tentukan jam-jam “zona bebas ponsel” yang selaras dengan ritme ibadah Ramadhan. Contohnya: setelah sahur hingga matahari terbit, matikan ponsel sepenuhnya—gunakan waktu itu untuk tadarus Al-Qur’an, shalat sunnah, atau zikir dengan tenang. Atau sisihkan satu jam sebelum berbuka hanya untuk persiapan spiritual, tanpa gangguan layar. Banyak yang merasakan perbedaan besar ketika menerapkan aturan ini: pikiran lebih fokus, doa lebih khusyuk, dan waktu terasa lebih berkah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah kedua adalah <strong>kurasi konten</strong> dengan tegas. Sebelum Ramadhan tiba, luangkan waktu untuk “bersih-bersih” digital. Unfollow atau mute akun yang sering memicu iri, fitnah, atau perdebatan tak bermanfaat. Gantikan dengan akun yang memberi asupan rohani: murottal berkualitas, kajian singkat dari ulama terpercaya, atau kutipan ayat dan hadits yang mengingatkan pada tujuan hidup. Feed yang sehat akan membantu hati tetap tenang dan pikiran terarah pada hal-hal positif sepanjang bulan suci.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, digital detox bukan tentang memusuhi teknologi atau menjadi anti-gadget. Teknologi tetap bisa menjadi alat dakwah, silaturahmi, atau bahkan pembelajaran agama jika digunakan dengan bijak. Yang kita lawan adalah ketergantungan berlebih yang mencuri waktu dan hati. Dengan mengambil kendali penuh atas layar kita, Ramadhan 2026 bisa menjadi momen transformasi sejati: lebih dekat kepada Allah, lebih bermakna bersama keluarga, dan lebih tenang di tengah hiruk-pikuk dunia digital.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, siapkah Anda mencoba “puasa gadget” kali ini? Mulai dari langkah kecil saja—dan rasakan sendiri bagaimana hati menjadi lebih ringan, ibadah lebih dalam, dan Ramadhan terasa benar-benar spesial. Selamat menjalani bulan suci—semoga kita semua mendapatkan Ramadhan yang penuh berkah. <strong>(aurel)</strong></p>
<p>The post <a href="https://beritasebelas.net/sambut-ramadhan-1447-saatnya-digital-detox-di-tengah-gempuran-notifikasi/">Sambut Ramadhan 1447, Saatnya &#8216;Digital Detox&#8217;  di Tengah Gempuran Notifikasi</a> appeared first on <a href="https://beritasebelas.net">Berita Sebelas</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritasebelas.net/sambut-ramadhan-1447-saatnya-digital-detox-di-tengah-gempuran-notifikasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yuk, Selamatkan Bumi Selama Ramadhan! Kurangi &#8216;Food Waste&#8217; Saat Berbuka</title>
		<link>https://beritasebelas.net/yuk-selamatkan-bumi-selama-ramadhan-kurangi-food-waste-saat-berbuka/</link>
					<comments>https://beritasebelas.net/yuk-selamatkan-bumi-selama-ramadhan-kurangi-food-waste-saat-berbuka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurelia Titania]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 14:11:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[#Food Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[#Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[#Sustainable]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritasebelas.net/?p=703</guid>

					<description><![CDATA[<p>SETIAP tahun, bulan Ramadhan datang dengan paradoks yang menyedihkan: di tengah kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung, volume sampah makanan melonjak drastis. Data dari berbagai lembaga lingkungan menunjukkan peningkatan sampah organik hingga 30–50% selama bulan puasa, terutama di minggu-minggu pertama. Sisa makanan dari hidangan berbuka, takjil berlebih, dan prasmanan yang tak habis menjadi penyumbang...</p>
<p>The post <a href="https://beritasebelas.net/yuk-selamatkan-bumi-selama-ramadhan-kurangi-food-waste-saat-berbuka/">Yuk, Selamatkan Bumi Selama Ramadhan! Kurangi &#8216;Food Waste&#8217; Saat Berbuka</a> appeared first on <a href="https://beritasebelas.net">Berita Sebelas</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>SETIAP </strong>tahun, bulan Ramadhan datang dengan paradoks yang menyedihkan: di tengah kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bandung, volume sampah makanan melonjak drastis. Data dari berbagai lembaga lingkungan menunjukkan peningkatan sampah organik hingga 30–50% selama bulan puasa, terutama di minggu-minggu pertama. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sisa makanan dari hidangan berbuka, takjil berlebih, dan prasmanan yang tak habis menjadi penyumbang utama. Ironisnya, di bulan yang seharusnya mengajarkan pengendalian diri dan rasa syukur, justru banyak makanan yang terbuang sia-sia—padahal jutaan orang di sekitar kita masih berjuang untuk sekadar mengisi perut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puasa sebenarnya adalah latihan menahan nafsu, bukan ajang “balas dendam” setelah seharian menahan lapar. Ketika azan maghrib berkumandang, godaan untuk melahap segala yang ada di depan mata sangat besar. Namun, Islam sangat menekankan nilai israf (pemborosan) sebagai perilaku yang dilarang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda bahwa kita tidak boleh membuang makanan, bahkan sisa-sisa kecil sekalipun. Berbuka yang berlebihan tidak hanya membahayakan kesehatan (kembung, asam lambung naik), tapi juga menyia-nyiakan rezeki dan menambah beban lingkungan. Ramadhan seharusnya menjadi momen untuk lebih bijak, bukan lebih boros.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kunci pertama mengurangi food waste adalah <strong>mengatur porsi dengan sadar</strong>. Di meja prasmanan atau saat memesan makanan online, biasakan mengambil atau memesan sesuai kapasitas perut yang sebenarnya—bukan sesuai mata yang lapar. Mulai dengan porsi kecil dulu, lalu tambah jika masih lapar setelah beberapa menit. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ajak keluarga atau teman berbuka untuk saling mengingatkan: “Cukup dulu ya, nanti tambah kalau masih kuat.” Kebiasaan sederhana ini bisa mengurangi sisa makanan hingga setengahnya. Ingat, berbuka sunnah dengan yang manis-manis ringan (kurma + air putih) juga membantu mengendalikan nafsu makan berlebih.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau makanan sudah terlanjur berlebih, jangan langsung dibuang. <em><strong>Food sharing</strong> </em>atau mengolah ulang adalah solusi terbaik. Sisa lauk bisa dibungkus rapi dan dibagikan ke tetangga, sekuriti kompleks, atau anak-anak jalanan yang biasa lewat saat maghrib. Banyak masjid dan komunitas lokal punya program “kotak berbagi” atau “ambil gratis” untuk makanan berlebih. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau ingin mengolah sendiri, ubah sisa nasi menjadi nasi goreng, sisa sayur jadi sup, atau sisa daging jadi rendang kemarin. Dengan sedikit kreativitas, makanan yang tadinya akan jadi sampah bisa jadi berkah bagi orang lain atau untuk makan sahur besok.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain food waste, sampah plastik sekali pakai juga melonjak di bulan Ramadhan—terutama dari pembelian takjil di pasar malam. Plastik kresek, gelas plastik, dan sedotan sekali pakai menumpuk di pinggir jalan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulai biasakan membawa <strong>tupperware</strong> atau tas kain saat belanja takjil. Banyak penjual kini mulai terbuka menerima wadah bawa sendiri—cukup katakan “minta pakai wadah sendiri ya, Kak”. Langkah kecil ini tidak hanya mengurangi sampah, tapi juga memberi contoh positif kepada penjual dan pembeli lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ramadhan 2026 bisa menjadi momentum untuk menjadikan ibadah kita lebih hijau dan ramah lingkungan. Mengurangi food waste dan sampah plastik bukan hanya soal menjaga alam, tapi juga bentuk syukur atas rezeki yang Allah berikan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan betapa indahnya jika bulan suci ini meninggalkan jejak berkah, bukan tumpukan sampah. Mulai dari diri sendiri: ambil secukupnya, bagikan yang berlebih, bawa wadah sendiri. Dengan begitu, Ramadhan tidak hanya membersihkan hati, tapi juga membantu menjaga bumi yang kita tempati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yuk, buat Ramadhan kali ini lebih sustainable—berkahnya berlipat, sampahnya berkurang. Selamat menjalankan ibadah dengan penuh kesadaran, bro! <strong>(aurel)</strong></p>
<p>The post <a href="https://beritasebelas.net/yuk-selamatkan-bumi-selama-ramadhan-kurangi-food-waste-saat-berbuka/">Yuk, Selamatkan Bumi Selama Ramadhan! Kurangi &#8216;Food Waste&#8217; Saat Berbuka</a> appeared first on <a href="https://beritasebelas.net">Berita Sebelas</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritasebelas.net/yuk-selamatkan-bumi-selama-ramadhan-kurangi-food-waste-saat-berbuka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Persiapan Mental &#038; Fisik: Mengapa &#8216;Pemanasan&#8217; Sya&#8217;ban itu Penting?</title>
		<link>https://beritasebelas.net/persiapan-mental-fisik-mengapa-pemanasan-syaban-itu-penting/</link>
					<comments>https://beritasebelas.net/persiapan-mental-fisik-mengapa-pemanasan-syaban-itu-penting/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurelia Titania]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 14:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Ramadhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritasebelas.net/?p=700</guid>

					<description><![CDATA[<p>BULAN Ramadhan baru dimulai, tapi sudah banyak yang mengeluh lemas, pusing, atau bahkan mudah marah di minggu pertama. Tubuh terasa berat, konsentrasi buyar saat tadarus, dan ibadah terasa seperti beban. Fenomena ini bukan hal baru—banyak orang merasakan “kaget” karena tubuh dan pikiran belum terbiasa dengan ritme puasa. Jam makan yang tiba-tiba bergeser, kurang tidur karena...</p>
<p>The post <a href="https://beritasebelas.net/persiapan-mental-fisik-mengapa-pemanasan-syaban-itu-penting/">Persiapan Mental &amp; Fisik: Mengapa &#8216;Pemanasan&#8217; Sya&#8217;ban itu Penting?</a> appeared first on <a href="https://beritasebelas.net">Berita Sebelas</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>BULAN </strong>Ramadhan baru dimulai, tapi sudah banyak yang mengeluh lemas, pusing, atau bahkan mudah marah di minggu pertama. Tubuh terasa berat, konsentrasi buyar saat tadarus, dan ibadah terasa seperti beban. Fenomena ini bukan hal baru—banyak orang merasakan “kaget” karena tubuh dan pikiran belum terbiasa dengan ritme puasa. Jam makan yang tiba-tiba bergeser, kurang tidur karena tarawih, serta penurunan asupan cairan dan kalori secara mendadak membuat sistem tubuh protes. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Akibatnya, bukannya semakin khusyuk, malah banyak yang drop energi dan akhirnya ibadah jadi setengah hati. Padahal, kalau ada “pemanasan” yang cukup, transisi ini bisa jauh lebih mulus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bulan Sya&#8217;ban sering disebut sebagai gerbang menuju Ramadhan—seperti sesi latihan pra-pertandingan. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>sangat memperhatikan bulan ini; beliau memperbanyak puasa sunnah, membersihkan hati, dan mempersiapkan diri secara intens. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Filosofinya sederhana: Ramadhan adalah “pertandingan utama” yang membutuhkan stamina dan mental prima. Kalau kita langsung masuk tanpa pemanasan, tubuh dan jiwa bisa kaget, seperti atlet yang tiba-tiba lari maraton tanpa latihan sebelumnya. Sya&#8217;ban memberi kita waktu emas—sekitar satu bulan penuh—untuk menyesuaikan ritme hidup agar ketika azan Maghrib pertama Ramadhan berkumandang, kita sudah siap fisik dan mental, bukan baru mulai beradaptasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara fisik, mulai dari sekarang atur ulang jam tidur. Coba tidur lebih awal dan bangun lebih pagi secara bertahap, misalnya maju 30 menit setiap 3–4 hari, sampai mendekati ritme sahur dan subuh. Kurangi asupan kafein perlahan—jika biasa minum kopi 3 gelas sehari, turunkan jadi 2, lalu 1, sampai akhirnya minim di minggu terakhir Sya&#8217;ban. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mulai biasakan minum air putih lebih banyak di siang hari dan kurangi makanan berat malam hari. Tubuh yang sudah terbiasa dengan pola ini akan lebih mudah menahan haus dan lapar tanpa gejala dehidrasi atau hipoglikemia yang mengganggu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Persiapan mental tak kalah penting. Mulailah menata niat sejak sekarang: tulis tujuan Ramadhan tahun ini, apa yang ingin dicapai, dan ibadah apa yang ingin ditingkatkan. Lalu biasakan ibadah sunnah ringan yang konsisten—misalnya shalat sunnah rawatib, membaca Al-Qur’an 1–2 halaman setiap hari, atau dzikir pagi-petang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Puasa sunnah Senin-Kamis atau puasa Daud di Sya&#8217;ban sangat dianjurkan karena melatih tubuh sekaligus memperkuat tekad. Ketika kebiasaan kecil ini sudah mendarah daging, memasuki puasa wajib di Ramadhan akan terasa seperti kelanjutan alami, bukan perubahan drastis yang melelahkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan lupa lakukan cek kesehatan ringan sebelum Ramadhan tiba. Periksa tekanan darah, gula darah (khususnya bagi yang punya riwayat diabetes atau prediabetes), dan pastikan tubuh dalam kondisi fit. Minum air mineral atau oralit secukupnya di akhir Sya&#8217;ban untuk memastikan cadangan hidrasi baik. Bagi yang punya keluhan pencernaan, mulai kurangi makanan pedas, berlemak, dan tinggi gula agar lambung tidak kaget saat puasa. Persiapan kecil ini bisa mencegah keluhan seperti maag, sakit kepala, atau lemas berlebih di hari-hari awal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, persiapan matang di bulan Sya&#8217;ban bukan sekadar trik agar tidak lemas, tapi investasi agar ibadah di Ramadhan bisa lebih konsisten dan berkualitas. Tubuh yang terlatih, pikiran yang tenang, dan hati yang sudah terbiasa akan membuat kita lebih mudah menikmati setiap rakaat tarawih, setiap lembar Al-Qur’an, dan setiap doa di sepertiga malam. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ramadhan bukan hanya soal bertahan hidup sebulan tanpa makan-minum, tapi soal memaksimalkan kedekatan dengan Allah. Mulai “pemanasan” dari sekarang—karena juara sejati adalah mereka yang sudah berlatih sebelum peluit dibunyikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Semangat mempersiapkan diri, bro. Sya&#8217;ban ini adalah ladang latihan terbaik menuju Ramadhan yang bermakna. <strong>(aurel)</strong></p>
<p>The post <a href="https://beritasebelas.net/persiapan-mental-fisik-mengapa-pemanasan-syaban-itu-penting/">Persiapan Mental &amp; Fisik: Mengapa &#8216;Pemanasan&#8217; Sya&#8217;ban itu Penting?</a> appeared first on <a href="https://beritasebelas.net">Berita Sebelas</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritasebelas.net/persiapan-mental-fisik-mengapa-pemanasan-syaban-itu-penting/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menu Sahur &#8216;Sat-Set&#8217; 10 Menit untuk Si Super Sibuk</title>
		<link>https://beritasebelas.net/menu-sahur-sat-set-10-menit-untuk-si-super-sibuk/</link>
					<comments>https://beritasebelas.net/menu-sahur-sat-set-10-menit-untuk-si-super-sibuk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aurelia Titania]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 13:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[#Ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[#Resep]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://beritasebelas.net/?p=695</guid>

					<description><![CDATA[<p>PAGI menjelang subuh, mata masih berat, alarm berdering keras, dan pikiran langsung ke dua pilihan: buru-buru masak sesuatu yang layak atau langsung ambil bungkus mie instan—atau lebih parah lagi, melewatkan sahur sama sekali. Banyak orang yang super sibuk mengalami dilema ini setiap hari di bulan Ramadhan. Padahal, melewatkan sahur berarti tubuh masuk puasa tanpa “bahan...</p>
<p>The post <a href="https://beritasebelas.net/menu-sahur-sat-set-10-menit-untuk-si-super-sibuk/">Menu Sahur &#8216;Sat-Set&#8217; 10 Menit untuk Si Super Sibuk</a> appeared first on <a href="https://beritasebelas.net">Berita Sebelas</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>PAG</strong>I menjelang subuh, mata masih berat, alarm berdering keras, dan pikiran langsung ke dua pilihan: buru-buru masak sesuatu yang layak atau langsung ambil bungkus mie instan—atau lebih parah lagi, melewatkan sahur sama sekali. Banyak orang yang super sibuk mengalami dilema ini setiap hari di bulan Ramadhan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, melewatkan sahur berarti tubuh masuk puasa tanpa “bahan bakar” yang cukup, sementara mie instan cuma memberikan energi cepat yang cepat pula habis. Akibatnya? Cepat lemas, mudah lapar, dan konsentrasi drop sepanjang hari. Padahal sahur yang baik seharusnya memberi tenaga tahan lama, bukan sekadar mengganjal perut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Solusinya ada di konsep <strong><em>meal prep</em> sederhana</strong> yang dilakukan malam sebelumnya. Tidak perlu masak rumit—cukup siapkan bahan-bahan yang mudah dirakit atau dipanaskan dalam hitungan menit. Potong sayur, rebus telur, rendam oatmeal, atau bagi lauk ke dalam wadah kecil. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat tim sahur mulai keliling kompleks, kamu tinggal panaskan, campur, atau blender—sahur selesai dalam 10 menit atau kurang. Cara ini menghilangkan alasan “nggak sempat masak” dan memastikan kamu tetap dapat asupan bergizi meski waktu sangat terbatas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pilih bahan “sat-set” yang kaya serat dan protein agar kenyang lebih lama. Beberapa andalan yang mudah didapat:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Telur (rebus atau dadar cepat)</li>



<li>Oatmeal instan atau rolled oats</li>



<li>Susu atau yoghurt plain</li>



<li>Frozen vegetables (brokoli, bayam, wortel)</li>



<li>Buah beku atau segar (pisang, berry, apel)</li>



<li>Kacang-kacangan atau selai kacang</li>



<li>Roti gandum atau tortilla</li>



<li>Tuna kaleng atau ayam suwir siap pakai</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Bahan-bahan ini tahan lama, cepat diolah, dan kombinasi protein + serat + lemak sehatnya sangat membantu menjaga kadar gula darah stabil selama puasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Contoh Menu 1: Tumis Satu Wajan Kilat</strong> <br>Malam sebelumnya: iris bawang, cabai, wortel, dan brokoli frozen; siapkan telur atau ayam suwir. <br>Pagi harinya: panaskan wajan dengan sedikit minyak, tumis bawang-cabai, masukkan sayur dan protein, tambah garam + kecap sedikit. Dalam 7–8 menit sudah jadi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sajikan dengan nasi merah atau roti gandum yang sudah disiapkan. Satu wajan, minim cuci piring, tapi nutrisi lengkap: protein tinggi, serat melimpah, dan karbohidrat kompleks.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Contoh Menu 2: Smoothie Sahur Padat Nutrisi</strong> <br>Cocok buat yang susah makan berat di pagi buta. Malam sebelumnya: potong pisang, tambah segenggam bayam beku, 2 sdm oatmeal, 1 sdm selai kacang, segelas susu atau yoghurt, dan sedikit madu. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Masukkan semua ke <em>blender cup </em>atau <em>ziplock</em>, simpan di kulkas. Pagi tinggal blender 30 detik—jadi. Tambah bubuk protein atau chia seeds kalau mau lebih kenyang. Cair tapi “padat” kalori dan nutrisi, mudah dicerna, dan bikin perut terasa nyaman hingga zuhur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sahur yang baik bukan cuma soal mengisi perut, tapi soal memilih bahan yang benar-benar memberi energi tahan lama. Dengan menu cepat dan pintar seperti ini, kamu bisa bangun tidur lebih tenang, ibadah lebih fokus, dan aktivitas seharian tetap bertenaga tanpa keluhan “lapar banget” sebelum maghrib. Ramadhan bukan kompetisi siapa paling repot masak sahur—tapi siapa yang bisa menjaga stamina dan kekhusyukan dengan cara paling efisien.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, malam ini mulai siapkan bahannya ya, bro. 10 menit pagi nanti, sahur sudah siap—dan kamu tetap bisa berpuasa dengan penuh energi. Selamat menyiapkan sahur terbaik! <strong>(aurel)</strong></p>
<p>The post <a href="https://beritasebelas.net/menu-sahur-sat-set-10-menit-untuk-si-super-sibuk/">Menu Sahur &#8216;Sat-Set&#8217; 10 Menit untuk Si Super Sibuk</a> appeared first on <a href="https://beritasebelas.net">Berita Sebelas</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://beritasebelas.net/menu-sahur-sat-set-10-menit-untuk-si-super-sibuk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
